oleh

Pemerintah Impor Beras, Bustami Zainudin: Utamakan Serapan dari Petani Lokal

JAKARTA – Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainuddin meminta agar pemerintah memaksimalkan penyerapan beras dari petani menyusul kebijakan impor.

Menurut Bustami, impor jangan sampai mengabaikan stok beras yang ada di tangan petani. “Maka, pemerintah harus terlebih dahulu menyerap stok beras yang ada pada petani. Jangan sampai petani dirugikan karena kebijakan impor beras ini,” ujar Bustami dalam keterangan resminya, Rabu (10/3/2021).

Bukan tanpa alasan hal itu diminta Bustami. Mantan Bupati Waykanan Lampung itu menilai hal ini seringkali terjadi, di mana pemerintah memutuskan impor saat petani panen raya. “Ini sering terjadi dan tentu saja merugikan petani,” ujarnya.

Apalagi, Bustami melanjutkan, selama ini keputusan impor selalu dianggap bentuk tak keberpihakan pemerintah kepada petani. Maka, hal itu perlu diantisipasi dengan cara penyerapan optimal produksi pangan nasional melalui petani.

“Kita memiliki data dari BPS untuk melihat seberapa besar pasokan produksi pangan dalam negeri dan tingkat ketercukupan dan ketersediaannya,” papar Senator Dapil Lampung tersebut.

Dengan data yang akurat, Bustami menilai pemerintah dapat memperhitungkan waktu pemenuhan pangan melalui impor, sehingga kebijakan tidak bertabrakan dengan target kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai kebijakan impor ini justru membawa dampak buruk pada kesejahteraan petani. Kita tetap harus mengedepankan petani kita. Sebelum impor diputuskan, ketersediaan stok di petani untuk diserap adalah hal utama,” tegas Bustami.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurut mantan Ketua Umum PSSI itu, impor dilakukan ketika ketersediaan stok pangan dari petani tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Artinya, petani tetap harus menjadi prioritas. Produk-produk mereka adalah yang utama untuk diserap oleh pemerintah. Impor dilakukan ketika produktivitas petani kita tak mencukupi kebutuhan stok pangan nasional,” papar dia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed